Senin, 20 Januari 2020

Jak Zdobyć, Utrzymywać, Rozwijać Bogactwo z Książki Najbogatszy Człowiek w Babilonie

Ta książka została napisana w 1926 roku, choć już dawno została napisana, ale nadal jest
interesująca do przeczytania. Treść tej książki jest przeznaczona szczególnie dla osób,
które złamały kieszenie i chcą spłacić długi oraz jak najszybciej do swojego bogactwa.
Źródło autentycznego pisania opiera się na kamiennych płytach z odkryć wydziału
archeologii na Uniwersytecie Nottingham i zostało wyćwiczone przez wykładowcę
i przetrwał trudne chwile.

Babilon był najbogatszym miastem swoich czasów, jego bogactwo przetrwało dzięki
mądrości mieszkańców miasta. Chociaż nauczane zasady wydają się proste, są
one bardzo rozsądne i mają zastosowanie.

Następnie postaram się to krótko opisać.

1. Zacznij tucz swoje finanse

Zaczęło się od opowieści o Arkadzie, najbogatszej osobie w Babilonie, która dzieliła się
historiami sukcesu ze swoimi przyjaciółmi. Główną zasadą Arkad jest inwestycyjne na
10% otrzymywanych pieniędzy (np. wynagrodzenie) przeznacza jedną dziesiątą na
przyszły kapitał inwestycyjny. Nie wolno go zakłócać ani brać. Bez względu na to,
jak duże są twoje wydatki i jak mały jest twój dochód, odłóż na bok 10%, poczekaj,
aż się powiększy, a następnie rzuć na biznes, który naprawdę przynosi zyski lub
zainwestuj w ludzi, którym ufasz i których biznes udowodnił istnienie.

2. Kontroluj swoje wydatki

Musimy być w stanie rozróżnić wydatki na 2 rzeczy :
1. Ważne (konieczne)
2. Pragnienie

“Na zawsze nasze dochody nie będą w stanie nadążyć za twoimi
pragnieniami”- powiedział Arkad. Bez względu na to, jak duży nasz dochód nie
spełni naszych pragnień
Musimy dokładnie przestudiować wydatki. Na tej podstawie można znaleźć
pewne wydatki, które nadal można otrzymać, które można mądrze zmniejszyć l
ub wyeliminować.

Motto :
Za każde wydane pieniądze musimy uzyskać dwukrotność korzyści.
Aby nie marnować na niego pieniędzy.

Zrób wszystko, co chcesz, zrób listę i przekreśl to, co nie jest wazne, a także
zrób budżet na 90%.

3 Chroń swoją własność przed zniknięciem.

Arkad powiedział: chroń swoje aktywa przed stratami, inwestując tylko kapitał,
w którym kapitał gwarantowany jest bezpieczny, można go wycofać, jeśli jest
to pożądane, a gwarantowane odsetki (podział zysków) są uczciwe. Poproś
mądrych ludzi o radę i postępuj zgodnie z nimi.

4. Spraw, aby Twoje miejsce było opłacalną inwestycją.

Złoci gracze (bankierzy) z przyjemnością pożyczą pieniądze na budowę domów.
Budowa domu sprawi, że twoja żona będzie szczęśliwa, jest plac zabaw dla
dzieci. Nadejdzie błogosławieństwo, będzie widoczna możliwość cieszenia
się pragnieniami. Obecnie nieruchomości są obiecującą inwestycją, oprócz
wartości gruntów i budynków, które mają tendencję do stałego wzrostu,
certyfikaty mieszkaniowe mogą być również wykorzystywane jako
kapitał biznesowy.

5. Zagwarantuj przyszłe dochody

Musimy poczynić przygotowania, aby uzyskać odpowiednie przyszłe dochody.
Gdy nie jesteśmy już młodzi i przygotowujemy się dla naszych rodzin, aby
zapewnić im pociechę i wsparcie, nawet jeśli nie jesteśmy już z nimi.

Ubezpieczenia mogą dziś stanowić formę modeli dochodów lub inwestycji.

6. Zwiększ swoją zdolność do zarabiania dochodów.

Ta sekcja dotyczy zasobów ludzkich. Aby osiągnąć pragnienie, aby stać się bogatym,
można nie tylko za pomocą ogólnego stwierdzenia takiego jak stwierdzenie, że chcę
być bogaty. Arkad powiedział, że pragnienia muszą być silne i jasne. Chęć posiadania
5 sztuk złota jest czymś konkretnym i jasnym. Tak, gdy udało mu się to osiągnąć.
Wtedy droga do celu 10 złotych monet również zostanie wyraźnie narysowana.
Taki był sekret osobistych osiągnięć Arkada.

Za każdym razem, gdy zmieniają się ludzkie pragnienia, musimy także zwiększać
zdolność rozwoju, aby móc odczytać pragnienia rynkowe. Kontynuując naukę,
będziemy mądrzejsi, a im więcej mądrości będziemy wiedzieć, tym więcej zarobimy.
Arkad podkreślił również znaczenie pomocy innym, którzy mają trudności
w zależności od swoich umiejętności.

Jumat, 09 November 2018

My Scholarship Story

Sudah 1 tahun lebih saya lulus sarjana, berarti sudah 1 tahun pula saya berjuang untuk menggapai mimpi melanjutkan studi dengan beasiswa. Sebelum lulus saya sudah merencanakan dengan matang persiapan saya untuk mencari beasiswa dan langkah pertama yang saya lakukan adalah persiapan bahasa inggris. Persiapan bahasa inggris saya lakukan di Kampung Inggris Pare pada salah satu lembaga yang saya pilih karena menawarkan program persiapan IELTS selama 3 bulan dengan bulan pertama diisi dengan rehabilitasi dasar bahasa Inggris saya. Saat memulai persiapan bahasa inggris kemampuan bahasa inggris saya masih minim dengan hasil TOEFL ITP saat lulus kuliah sebesar 470. Selama 3 bulan di Pare saya tidak hanya belajar bahasa Inggris namun juga melakukan persiapan beasiswa seperti mempersiapkan dokumen dan mencari informasi. Salah satu event beasiswa terbesar yang saya datangi di Jakarta yakni European Higher Education Fair (EHEF) 2017. Disini saya mendapat banyak sekali informasi penting hingga persyaratan masuk kampus-kampus top dunia. Setelah selesai belajar bahasa inggris di Pare saya melanjutkan belajar IELTS di rumah selama sebulan untuk latihan sendiri secara intensif. Akhirnya saya mendaftar tes IELTS di British Council (BC) pada 6 Januari 2018. Ada plus minus yang saya dapatkan dari tes di BC, plusnya adalah saya mendapat examiner orang Indonesia sehingga mempermudah saya dalam komunikasi dengan membawa contoh yang ada di Indonesia dan minusnya adalah tes dilaksanakan di ruang yang sangat besar berisi 100 orang lebih membuat ruangan kurang kondusif saat listening serta terjadi kerusakan speaker yang memecah konsentrasi. Hasil tes saya akhirnya keluar 14 hari setelah tes dengan overall 6. Tentu saja ini bukanlah hasil yang saya targetkan karena untuk nilai minimal IELTS beberapa beasiswa adalah 6.5 dan setelah mendapat hasil tersebut mental saya semakin turun karena sedikit diremehkan oleh tentor saya karena hasil IELTS saya hanya 6. Setelah itu perjalanan saya dalam mendaftar beasiswa pun dimulai dengan modal saya punya IELTS overall 6. Selanjutnya akan saya breakdown 12 beasiswa yang saya daftar serta resultnya.

1.    Fulbright Scholarship (Deadline : 15 Februari)
Fulbright yang diselenggarakan oleh AMINEF (American Indonesian Exchange Foundation). Awalnya saya kurang tertarik untuk mendaftar beasiswa ini karena memang kurang minat berkuliah di US tapi daripada kesempatan dilewatkan begitu saja akhirnya saya tetap daftar. Beasiswa ini mematok English proficiency menggunakan TOEFL ITP sebesar 550 namun tetap menerima IELTS setara. Kalau di Stuned membutuhkan motlet kalau FB membutuhkan Study Objective (SO). Perbedaannya terletak pada penjelasan study plan yang lebih dalam pada SO. Penjelasan lebih rinci bisa dilihat di google. Untuk SO ini saya meminta koreksi pada kakaknya temen saya yang pernah mendapat beasiswa dari AMINEF. Untuk beasiswa ini saya memang kurang sekali riset bagaimana kriteria yang diinginkan oleh AMINEF dan bidang apa saja yang masuk prioritas sehingga saya tidak lolos ke tahap wawancara dan baru dapat email tidak lolos pada bulan Agustus. Jadi jika kalian daftar Fulbright dan sampai tanggal untuk tahap wawancara tidak mendapatkan email dari AMINEF artinya kalian tidak lolos yaa, emailnya baru akan masuk setelah semua proses seleksi selesai.


2.    Stipendium Hungaricum (Deadline : 16 Februari)
Beasiswa Stipendium Hungaricum ini diberikan oleh Pemerintah Hungaria. Awalnya saya tahu beasiswa ini dari EHEF 2017 dan kata yang jaga standnya peluang lolosnya besar karena masih banyak yang belum tahu beasiswanya. Tapi ternyata pas deket-deket tanggal deadline banyak orang juga yang tahu sampe ada grup telegramnya juga hahaha. Awalnya saya gak terlalu paham tahapan seleksinya setelah kirim aplikasi ternyata saya dapat email kalo saya gak dinominasikan sama Sending Authority yang sepehamanan saya berarti ada seleksi dulu oleh DIKTI sebelum ada seleksi wawancara oleh pihak kampus yang kita pilih. Bisa jadi penilaian dari DIKTI meliputi IPK dan IELTS karena ada beberapa temen yang lolos nominasi itu IPK sekitar 3,5 dan IELTS 6,5-8. Tapi hikmah yang bisa diambil  dari pengalaman beasiswa ini saya mulai banyak belajar buat memperbaiki motivation letter saya.


3.    Invest Your Talent Scholarship (Deadline : 28 Februari)
Beasiswa selanjutnya yakni Invest Your Talent Scholarship dari Pemerintah Italia. Untuk mendaftar beasiswa ini kita harus sudah memulai pendaftaran di kampus tujuan atau sudah mendapatkan LoA. Kampus tujuan saya yakni Politecnico di Milano dan pendaftarannya mengharuskan kandidat untuk mengirim berkas hard copy ke Italia. Kurang lebih saya menghabiskan uang sebesar 400 ribu untuk mengirim berkas ke Italia lewat Pos Indonesia. Selanjutnya saya melakukan pendaftaran beasiswa yang memerlukan surat rekomendasi dan video berdurasi 1 menit yang berisi motivasi untuk studi di Italia. Saya cukup optimis dengan beasiswa ini karena memang banyak orang yang belum tahu sehingga tingkat persaingan tidak terlalu sulit. Setelah selesai mengirim aplikasi saya tinggal menunggu hasil karena tidak ada tahap wawancara dalam beasiswa ini. Namun nasib berkata lain, satu bulan setelah selesai pengiriman aplikasi beasiswa, saya menerima email untuk mengecek aplikasi pada akun saya. Setelah dicek ternyata saya tidak diterima di Politecnico di Milano dan artinya saya juga sudah pasti tidak akan mendapatkan beasiswa Invest Your Talent :’). Ini saya sedih banget sih karena peluang beasiswanya cukup besar tapi malah gak keterima kampusnya. Buat temen2 yang akan mendaftar beasiswa ini pastikan dulu diterima di kampus tujuan sebelum mengirim aplikasi beasiswa karena tiap kampus punya kuota mahasiswa tiap intakenya gak semua yang daftar akan diterima di kampus.


4.    Erasmus+ (Deadline : 28 Februari)
Nah selanjutnya adalah beasiswa Erasmus+ yang awalnya memang saya gak maudaftar karena program yang ditawarkan gak ada yang saya minati. Tiba-tiba pas lagi buka LinkedIn saya nemu temen yang ngelike post dari Centrale Nantes University lalu iseng-iseng liat webnya ternyata mereka baru membuka program Erasmus+ untuk pertama kali pada bidang Renewable Energy dan deadlinenya adalah besok sorenya. Langsung lah saya ngelembur bikin motivation letter dan nyiapin berkas lainnya, lalu pagi harinya saya langsung ke pembimbing skripsi saya untuk minta recommendation letter. Untungnya 2 pembimbing saya pas banget lagi kosong dan ada di ruangan. Akhirnya saya berhasil kirim aplikasi siang harinya. Karena beasiswa ini seleksinya hanya berkas jadi 2 bulan kemudian hasilnya keluar dan ternyata saya masuk reserve list :”). Nilai aplikasi saya kurang 0.23 dari threshold buat lolos beasiswanya :”)


5.    Turkiye Burslari Scholarship (YTB) (Deadline : 5 Maret)
Beasiswa selanjutnya yakni Turkiye Burslari (YTB) yang merupakan beasiswa dari pemerintah Turki. Awalnya saya mengincar beasiswa ini secara serius, namun semangat itu jadi buyar setelah memulai mengisi aplikasi beasiswanya saya tidak bisa memilih program studi yang saya inginkan dan hanya diperbolehkan mendaftar program studi berkaitan dengan jurusan saya saat S1. Alhasil saya hanya melakukan persiapan seadanya dan memang karena berbarengan dengan Stuned saya lebih focus pada persiapan Stuned. Pada beasiswa ini diperlukan mengisi Letter of Intent (LOI) isinya yakni sekitar 5-6 pertanyaan berkaitan dengan rencana studi dan rencana thesis yang akan dilakukan. Hasil dari beasiswa ini tentunya sama seperti sebelumnyaa karena kurang usaha saya dalam pengisian LOI yang hanya seadanya.


6.    New Zealand ASEAN Scholarship (NZAS) (Deadline : 14 Maret)
Beasiswa dari pemerintah New Zealand buat Negara-negara ASEAN untuk kuliah S2 dan S3. Syarat khusus dari beasiswa ini adalah pengalaman kerja minimal 1 tahun buat full-time dan 2 tahun untuk yang part-time. Harusnya memang saya gak eligible buat daftar tapi pengalaman jadi asisten laboratorium bisa dimasukkan dalam kerja part-time jadi untungnya saya bisa daftar. Untuk daftar juga kita gak perlu punya nilai IELTS dulu karena dalam tahap seleksi beasiswa setelah wawancara akan ada tes IELTS. Bagian tersulit dari beasiswa ini adalah menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada pada aplikasi beasiswa yang meliputi rencana studi, rencana kontribusi, dan pertanyaan yang berkaitan mengenai leadership dan problem-solving. Beasiswa ini juga ada prioritas jurusan salah satunya yaitu Renewable Energy sisanya saya lupa karena saya ngambilnya RE jadi ingatnya itu aja. Awalnya saya optimis bakal lolos ke tahap wawancara karena jurusan saya termasuk prioritas dan saya menjawab pertanyaan juga dengan jawaban lugas tetapi takdir berkata lain, saya gak lolos seleksi administrasi :’)


7.    StuNed Scholarship (Deadline : 15 Maret)
StuNed  merupakan beasiswa dari pemerintah Belanda. Beasiswa ini mematok minimum IELTS yakni 6 sehingga saya eligible untuk mendaftar. Karena beasiswa ini mensyaratkan adanya Letter of Acceptance dari salah satu kampus di Belanda selanjutnya saya melakukan pencarian kampus yang hanya mensyaratkan IELTS 6. Akhirnya saya apply ke Wageningen University of Research dan langsung mendapat LoA 2 minggu setelah memasukkan berkas. Selesai dengan LoA saya mulai membuat motivation letter untuk beasiswa StuNed. Kemudian saya meminta saran dan masukkan untuk motlet saya dari 2 awardee stuned tahun 2017 serta 2 teman saya yang jago bahasa inggris untuk memastikan motlet saya mudah dipahami dan secara grammar sudah tepat walaupun saya juga sudah melakukan pengecekan dengan grammarly. Sebenarnya saya pesimis sejak awal pendaftaran karena pernah liat di youtube kalo penerima beasiswa StuNed rata-rata sudah bekerja minimal 1 tahun namun freshgraduate juga ada yang diterima namun IPK mereka rata-rata 3,7 dan dari 3 universitas top Indonesia, tapi saya juga menemukan awardee stuned dari kampus saya dan IPK nya kurang lebih sama ditambah lagi dia Mawapres Nasional. Selain dari IPK saya juga dapat informasi walaupun minimum IELTS untuk mendaftar adalah 6, para kandidat yang diterima stuned rata-rata memiliki nilai IELTS 7.5. Dari sharing tersebut sudah menciutkan semangat saya sebenarnya tapi yasudahlah lebih baik gagal karena mencoba daripada gagal karena tak mau mencoba. Karena beasiswa ini seleksinya hanya dari berkas maka hasilnya pun agak lama dan setelah menunggu sekitar 3 bulan hasilnya keluar seperti pada gambar :’)


8.    Australian Awards Scholarship (AAS) (Deadline : 30 April)
 Beasiswa ini merupakan beasiswa yang diberikan oleh Pemerintah Australia. Syarat bahasa Inggris dari beasiswa cukup terjangkau yakni IELTS 5.5 dan boleh memakai TOEFL ITP dengan nilai 525. Beasiswa ini juga ada targeted areanya jadi 70% penerima beasiswa akan berasal dari daerah yang diutamakan bisa cek detailnya di web AAS. Kendala saya disini adalah field of study saya tidak menjadi prioritas sehingga kemungkinan keterimanya kecil. Awalnya udah gak mau daftar tapi sayang juga kalau dilewatkan akhirnya saya ambil Applied Innovation. Jadi saya tetep pada bidang energy terbarukan tetapi kuliah yang akan saya ambil mengenai manajemen aplikasi dari teknologi yang hendak diterapkan. Tapi hal ini menjadi masalah saya saat mengisi pertanyaan pada aplikasi karena memang tidak selaras dengan motivation letter lainnya yang saya buat sebelumnya. Alhasil selain rancu di pengisian aplikasi serta saya bukan termasuk di targeted area AAS akhirnya saya tidak lolos tahap pertama.


9.    EFS Scholarship (Deadline : 30 April)
Beasiswa ini dari Sirindhorn International Institute of Technology (SIIT) Thailand. Sebenarnya ini beasiswa cadangan saya dan saya yakin bakal keterima disini. Syarat beasiswanya pun relative mudah dan karena universitas ini merupakan pemekaran dari Thammasat University jadi rankingnya masih rendah, dari situ saya berasumsi bahwa peminatnya masih sedikit dan beasiswa ini menawarkan program studi yang saya inginkan juga. tapi hasilnya saat pengumuman nama saya gak ada dan akhirnya tetap  berusaha husnuzon kepada Allah mungkin jalan terbaik untuk saya ada di tempat lain :’)

10.  Program Pendidikan Magister Menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU)
Beasiswa dari DIKTI ini merupakan beasiswa akselerasi program Magister-Doktor yang hanya ditempuh dalam waktu 4 tahun. Pas tahu PMDSU tahun ini buka saya langsung gegabah daftar univ terus hubungin promotor dan akhirnya saya udah bayar uang pendaftaran ujian masuk Universitas Diponegoro lalu ternyata malamnya udah bisa akses web PMDSU buat daftar aplikasi ke DIKTI nya dan ternyata saya gabisa daftar karena IPK saya kurang 0.05! saya sangat menyesali karena saya terlalu gegabah dan percaya diri kalau IPK nya bisa ditawar pas daftar gitu ternyata gabisa ditawar harga mutlak buat syarat IPK nya. Akhirnya saya gagal daftar dan uang pendaftaran UM Undip pun melayang, sungguh kegoblogan yang haqiqi :”)
11.  LPDP Dalam Negeri
Beasiswa ini tentunya sangat popular ya dikalangan masyarakat Indonesia, tapi sejujurnya dari awal saya gak mau daftar LPDP karena ada beberapa hal dan itu tidak bisa saya sampaikan disini. Seleksi LPDP tahun 2018 ini terbilang lebih ketat karena ada seleksi TPA bekerja sama dengan BKN. Alhamdulillah di beasiswa LPDP ini saya lolos sampai tahap substansi tetapi saya tidak datang seleksi substansi dan aka nada penjelasannya dibawah nanti. Seleksi administrasi LPDP menurut saya yang penting lengkap semua dan sesuai persyaratan pasti akan lolos administrasi. Tahap selanjutnya ini yang rada susah yakni Seleksi Berbasis Komputer (SBK) terdiri dari 3 ujian yakni TPA, Tes Kepribadian dan Essay On The Spot. Persiapan tes SBK ini hanya sekitar seminggu lebih jadi saya hanya modal belajar dari buku TPA Bappenas dan Alhamdulillah nilainya berhasil melewati passing grade. Untuk lolos ke tahap substansi memang hanya nilai TPA yang dinilai dan nilai tes kepribadian dan essay masuk ke penilaian tes substansi. Tes substansinya sendiri terdiri dari verifikasi dokumen, leaderless group discussion (LGD) dan wawancara.



12. Ignacy Lukasiewicz Scholarship
Beasiswa ini merupakan beasiswa dari pemerintah Polandia untuk beberapa Negara berkembang yang ada kerjasama bilateral. Persyaratan beasiswa ini juga relative mudah serta seleksinya hanya ada 2 tahap yakni seleksi administrasi atau formal assessment lalu kemudian tahap quality assessment. Pada quality assessment nanti bakal ada penilaian terhadap proposal thesis yang kita ajukan namun terbatas hanya maksimal 2 halaman saja. Beasiswa ini hanya khusus bagi bidang ilmu sains jadi lumayan menurunkan tingkat persaingan sama anak social humaniora wkwkwk. Pada proses pembuatan proposal thesis saya buat 2 proposal awalnya setelah pertimbangan lama dan meminta masukan ke dosen dan teman-teman saya akhinya saya memasukkan proposal mengenai pembuatan biohidrogen. Pada proposal ini saya bagi jadi 3 bagian singkat yakni general description, purpose dan method. Karena sebelumnya pas kuliah sering nulis karya ilmiah dan pernah menerbitkan jurnal internasional juga jadi saya tidak mengalami kesulitan yang berarti namun juga saya mendapat beberapa kritik dan saran dari dosen dan teman-teman saya. Setelah menunggu lama proses seleksi tahap 1 dan 2 akhirnya saya dipertemukan dengan jodoh saya. Pengumuman beasiswa keluar saat jam 10 malam WITA dan pengumuman hanya dalam bentuk list nomor pendaftaran setelah melihat dulu nomor pendaftaran saya lalu saya langsung loncat kegirangan karena nomor saya masuk dalam list penerima beasiswa, Alhamdulillah setelah perjuangan hampir 1 tahun lamanya Allah akhirnya menunjukan jalan terbaik buat saya :”)


Selain beasiswa-beasiswa diatas saya juga mempunyai list beasiswa yang sempat saya rangkum namun karena beberapa hal seperti kurang memenuhi persyaratan akhirnya saya tidak jadi daftar. Berikut list beasiswanya beserta deadline :

1. Swedish Institute Scholarship (9 Februari)
2. Eiffel Scholarship (12 Januari)
3. KAUST (15 Januari)
4. ICCR Scholarship (20 Januari)
5. VLIR-UOS (Februari-Maret)
6. Taiwan ICDF (16 Maret)
7. Brunei Government Scholarship (28 Februari)
8. Russian Government Scholarship (3 Maret)
9. Romanian Government Scholarship (15 Maret)
10. KAIST (17 April)
11. MEXT Scholarship (16 Mei)
12. JICA Scholarship (19 Mei)
13. IMF Scholarship (1 Juni)
14. Endeavour Scholarship (30 Juni)
15. SEARCA (31 Juli)
16. Switzerland Government Scholarship (1 Agustus)
17. Mexico Government Scholarship (28 September)
18. DAAD Scholarship (15 Oktober)
19. Czech Government Scholarship (30 September)
20. Jardine Scholarship (19 Oktober)
21. Chevening (7 November)
22. Inpex Scholarship (15 November)
23. Eric Bleumink Fund (1 Desember)


Sebenarnya masih sangat banyak beasiswa lainnya asal kita mau berusaha mencari. Cukup dengan google dan masuk ke portal-portal beasiswa atau langsung ke website masing-masing universitas. Saya pernah dikasih tahu bahwa salah satu atribut dasar seseorang yang pantas mendapat beasiswa adalah proaktif mencari informasi bukan yang cuma bisa nanya ke orang link beasiswanya apa? Persyaratannya apa aja? dll. Demikian akhir dari tulisan saya yang cukup panjang ini semoga bermanfaat bagi yang membaca dan mohon doanya juga semoga studi S2 saya lancar dan bermanfaat. Apabila ada yang ingin didiskusikan lebih lanjut atau meminta contoh proposal saya atau motivation letter dapat menghubungi via email ke doddydarmawanmuhammad@gmail.com. Akhir kata semangat terus bagi kalian para scholarship hunter! 

Rabu, 07 Februari 2018

IELTS PREPARATION EXPERIENCE

Hallooo selamat datang di tulisan pertama saya, akhirnya bisa selesai juga tulisan ini setelah sekian lama hahaha

Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi pengalaman mengenai persiapan saya menghadapi tes IELTS :D

Sebelum jelasin soal IELTS saya menjelaskan backgroundnya dulu yaa, awalnya saya gak ada kepikiran buat memiliki niat untuk lanjut kuliah S2 namun karena dorongan dari ibu dan juga pesan dari almarhum bapak saya yang dulu pernah bilang kalau ilmu saya harus lebih dari beliau akhirnya saya putuskan untuk persiapkan diri untuk lanjut S2. Kampus inceran saya yang pertama adalah ITB karena dari zaman SBMPTN dulu pengen kuliah disana tapi setelah merasakan kompetisi di LN saya jadi tertantang buat nyoba bertarung untuk kuliah di LN. Tapi saya sadar kalau bahasa Inggris saya jeleknya minta ampun wkwkwk akhirnya saya memutuskan nyoba les di Pare setelah kompre selama 3 bulan ngambil paket IELTS. Sebelumnya saya udah browsing ternyata kampus2 luar butuh proof of english proficiency dan akhirnya saya ngambil IELTS karena mayoritas kampus inceran saya mintanya IELTS. Nah saya sendiri merasa pemula banget karena based on pengalaman saya sebelum masuk pare itu nilai TOEFL ITP saya dikampus hanya 470 dan pas baru masuk pare ada simulasi IELTS di sebuah course saya coba ikut dan dari hasilnya dihitung nilai saya sekitar 4.0 :”(

Okee sekarang kita fokus ke IELTS karena intronya udah kepanjangan wkwkwk pertama yang perlu diketahui adalah apasih IELTS itu? IELTS teh kepanjangan dari INTERNATIONAL ENGLISH TESTING SYSTEM atau dengan kata lain sistem untuk menguji kemampuan bahasa inggris kita. IELTS sendiri terdiri dari 2 jenis ada GENERAL TRAINING (buat yang mau kerja di LN atau buat visa) dan ACADEMIC (buat lanjut kuliah). IELTS akan menguji 4 skill utama dalam english yakni listening, reading, writing dan speaking. Perbedaan GT and Academic hanya di tes reading dan writing. Bagi yang pernah tes TOEFL ITP akan merasa serem mendengar tes IELTS pada awalnya karena memang beda jauh dan soal pilihan ganda hanya beberapa di listening dan reading. Dari hasil observasi saya TOEFL ITP sudah tidak diterima di hampir seluruh kampus di LN (kecuali Turki dan Thailand setau saya). Kampus yang meminta IELTS sendiri kebanyakan dari Eropa, Australia dan New Zealand dan kalo kampus di Amerika dan Asia lebih prefer ke TOEFL Ibt. Kembali lagi, berdasarkan hasil observasi saya nilai minimum IELTS yang diminta kampus berkisar 5.5-6.5. Tergantung dari program studi yang ada di kampus kalo kayak engineering kisaran 5.5 masih ada kalau health and social itu udah sekitar 6-7 nilai IELTS yang dibutuhkan. Tapi paling aman 6.5 sebenarnyaa. Saya penah dibilang sama tutor saya kalau nilai bahasa inggris memang bukan faktor utama kamu bisa kuliah ke LN tapi IELTS bisa jadi penjegal utama untuk kuliah ke LN karena ketidakcukupan nilai kita memenuhi requirementnya. Persiapan IELTS buat dummy kayak saya gabisa instan saya prepare sekitar 4 bulan (3 bulan di Pare + 1 bulan self-study) jadi bagi kalian yang merasa kemampuan masih kurang persiapkan jauh2 hari yaaa

4 bulan persiapan saya itu termasuk berat sih tapi alhamdulillah hasil kmren masih memuaskan :D
Bulan pertama saya di pare itu bener2 rehabilitasi kemampuan bahasa inggris saya, kembali belajar dasar bahasa inggris yang sebenarnya udah pernah dipelajari tapi lupa hahaha belajarnya dari jam 5 subuh sampe jam 9 malam itu udah ada istirahat shalat dan makan kok, total kelas dalam sehari itu ada 6 kelas jadi manajemen waktu tidur kita harus bener2 diatur gaboleh begadang dan harus tidur siang wkwkwk bulan kedua saya mulai masuk PRE-IELTS disini udah mulai belajar speaking interaction, speaking production, writing sama reading dan disini skill saya udah berasa meningkatnyaa. Nah bulan ketiga ini paling berat karena ada banyak extra homework buat dikerjain di camp dan speakingnya dengan situasi saat tes  terus tiap jumat ada simulasi tes. Bulan keempat saya belajar sendiri ngerjain soal2 dan juga nonton video2 IELTS di Youtube (penjelasan lebih lanjut dibawah nanti yaa).

Selanjutnyaaa saya akan break down tulisan ini untuk diulas per sesinya yaaa yang pertamaaaaa 

 Listening

Listening di IELTS berbeda jauh sama tes TOEFL ITP karena di IELTS pilihan ganda sangat sedikit dan kebanyakan isian singkat 1-3 kata. Naah kemudian tes ini terbagi 4 section yang tingkat kesulitannya makin tinggi dari section 1- section 4. Penilaian nya adalah dari jumlah benar yang kita jawab seperti dibawah ini

Gimana cara belajarnyaaaa? Nah kalau saya kmren sering dengerin podcast dari british council ini banyak membantu dari perbendaharaan vocab, terbiasa accent british sama melatih pemahaman kita tentang apa yang lagi dibicarakan. Selain itu bisa dengerin musik atau film yang penting tetep merhatiin manajemen waktu belajarnyaa. Salah satu yang penting juga di listening adalah mengenai spelling ini salah satu kelemahan saya, sering2 juga liat nama2 orang bule atau ejaan nomor telefon karena yang ini pasti masuk di section 1. Biasanya disection 1 ini percakapan 2 orang misal mau pesen hotel atau mau sewa apartemen atau mau beli kasur dll. Kemudia di section biasanya monolog kalau kebanyakan soal yg saya dapat di section 2 mengenai penjelasan peta oleh 1 orang (misal tour guide/manager ngenalin tempat kerja ke karyawan baru) disini vocab mengenai petunjuk arah penting banget. Terus section 3 ini termasuk kampret yang ngobrol lebih dari 2 orang biasanya dan masalahnya percakapannya kebanyakan terkait pendidikan (misal diskusi di kelas atau diskusi project) nah biasanya disini juga si orangnya suka ngeganti jawaban seenak jidat misal udah ngomong A terus diakhir bilang eh gajadi B aja, kan kampret J)) tapi kalo bisa bener2 konsentrasi pasti bisa kok cuman kan saya gupuhan jd kebiasaan nulis lgsg yg pertama diucap trus gadengerin lanjutannya L nah yang terakhir ini monolog lagi dan permintaan jawabannya biasanya hanya one word tapiiiiiiii pada section ini buanyaaak banget paraphrasing (penggantian kata dengan arti sama) jadi apa yg ada di lembar soal itu gak tersurat dalam percakapan tapi diganti kata lain ini yang sering jd pengecoh yang buat kita bisa kelewatan dengerin jawabannya. Inti dari tes listening adalah sering latihaaaaann!!!! Bisa diselingi dengerin podcast, musik atau film. Dan kebanyakan orang nyari lumbung nilai di listening jadi manfaatkan sebaik mungkin jangan kayak saya malah nilai terendah di listening L

Selanjutnyaaaaaaaa

Reading

Nah di tes reading ini akan ada 3 passage disajikan dalam soal yang jawabannya bisa pilihan ganda atau isian tapi paling susah itu bagian TRUE/FALSE/NOT GIVEN ini saya susah juga jelasinnya karena sering banget salah mungkin bisa cari di Internet kali yaaak. Hal paling penting dalam reading adalah MANAJEMEN WAKTU karena kalian hanya disediakan waktu 60 menit untuk 3 passage yang memiliki 40 soal. Solusinya bagaimana? Gunakan teknik scanning and skimming buat cari kata kunci dari masing2 soal atau mencari ide paragraf yang ada pada passage dan jangan terlena untuk ngeyel stuck di satu soal dipikirin sampe lamaa dan don’t read whole of the passage, it wasting your time so much!! Cari kata kunci tiap soal terus lakukan salah satu dari scanning atau skimming untuk mencari jawabannya serta jangan gunakan nalar kalian instead of passage, karena kebanyakan soal passage yang ada adalah hal yang pernah kita pelajari. Contohnya saya pernah ngeyel dengan soal yang passagenya bercerita soal mikroalga karena saya pernah belajar itu saya jawablah setau saya padahal jawabannya not given alias gaada di itu passage wkwkkwkw tapi sometimes ilmu yang kita punya bisa membantu asalkan passagenya ditelaah dulu jangan langsung jawab kayak sayaa hahaha sama seperti listening yang penting di reading juga adalah latihan karena kata buku sidu pratice makes perfect hahaha nanti latihan buat semua soal akan saya attach di bawah koks. Oiyaa untuk penilaian sama kayak listening yakni berdasarkan jumlah jawaban benar dan range nilainya seperti dibawah inii


Yuk lanjuuuuuttt

Writing

Ini adalah 1 dari 2 momok yang bisa menurunkan nilai overall IELTS hahaha jadi di tes writing kita akan dikasih 2 task yang pertama itu describe mengenai diagram/maps/cycle dll dengan minimal 150 kata dan task kedua itu mengenai giving opinion/discuss 2 side/agree or disagree dll dengan minimal 250 kata. Penilaian writing berbeda dengan 2 tes sebelumnyaa, kriteria penilaiannya ada 4 : task response (apakah jawaban kita sesuai dengan apa yang diminta soal) ; grammatical range (penggunaan grammarnya sudah tepat apa belum dan juga kompleksivitas kalimat yg digunakan) ; vocabulary (kosa kata yang digunakan apakah bisa menggunakan kata lain atau itu2 saja sama level dari vocabnya) ; lexical coherence (disini dinilai apakah jawaban per paragraf kalian sudah koheren atau berkaitan atau malah nyeleneh satu sama lain). Salah satu hal terpenting dalam writing adalah manajemen waktu dan manajemen tulisan. Setelah ada perintah mengerjakan soal writing jangan langsung menulis tapi mikir dulu!! Harus disusun dulu apa yang mau kita tulis dari awal sampai akhir tapi tetep harus ingat waktu karena waktunya hanya 60 menit untuk 2 task, usahakan dibagi waktu task 1 = 20 menit dan task 2 = 40 menit karena penilaian task 2 lebih besar dan kata yang dibutuhkan lebih banyak. Sisihkan waktu diawal  untuk analisa dan membuat kerangka berfikir baru menulis di lembar jawaban. Untuk tipe2 soal dan tips mengerjakan writing akan saya attach di bawah juga yaaa

Naaaahh yang terakhir adalaaaah

Speaking

Ini juga momok bagi saya karena saya orangnya rada gagap kalo ngomong english dan lidahnya sering kepeleset serta terlalu banyak filler (pause diem pas ngomong) dan nilai speaking saya juga selalu rendah pas persiapan jadi kmren saya pasrahkan tes ini eh malah dapat nilai tertinggi dari tes lainnya wkwkkw okee speaking ini akan terdiri dari 3 sesi yang pertama itu introduction and interview persoalan yang ditanyakan seputar diri kita atau lingkungan kita. Sesi yang kedua Individual Long Turn disini kita nanti dikasih cue card mengenai suatu hal nanti kita bikin kata kunci selama 1 menit terus presentasi selama 2 menit dan sesi ketiga two way discussion ini biasanya berkaitan sama hal yang ada di sesi 2 nanti common topic nya akan ada di attach file dibawah yaa. Based on my experience juga saya awalnya pasrah karena sesi 1 dan 2 speaking saya ancur sesi pertama saya salah pake to be terus sesi kedua saya presentasi hanya sekita 1,15 menit jauh dari seharusnya tapiiii di sesi ketiga saya memakai banyak contraction kayak I would jadi I’d terus saya juga memakai complex sentence disini dan jiwa nyeleneh saya keluar juga disesi sini yaak jawaban saya ngelawak karena udah gatau lagi apa yang diomongin eh malah examinernya ketawa dan makin tertarik berdiskusi wkwkkwk oiyaaa untuk penilaiannya ada 4 yakni : fluency (kelancaran dalam berbicara termasuk fillernya harus gaada) ; Lexical Resource (perbendaharaan kata yang digunakan dilihat juga kita bisa menggunakan kata lain dengan makna yang sama atau gak) ; Grammatical Range and Accuracy (penggunaan grammar yang tepat) ; dan terakhir pronunciation (pengucapan yang benar). Tapi penilaian yang sesungguhnya tetap ada di examiner karena di youtube saya nonton contoh yang dapat band 8 tapi pronunnya jelek dan banyak yg komen juga “saya kmren kayak gitu juga cuma dapat 6”. Jadi itu semua tergantung kuasa examiner wkwkwkkw. Buat latihan speaking kita butuh lawan bicara buat latihan, kalau saya kmren kan les jadi otomatis ada lawan bicara kalau mau self-study cari temen seperjuangan yang pengen tes IELTS juga

Weeelllll setelah penjelasan tadi sekarang saya akan memberikan beberapa suplemen yang cukup penting buat kalian

1. Cambridge Book 1-12 : ini buat latihan semuaaa test dan ada kunci jawaban juga bisa kalian download di disini buku 1-9 buku 10, kalau bisa selesaikan semuanyaa karena soalnya bakalan mirip2 dari buku cambridge 

2. Youtube IELTSLIZ and EMMA : dua channel ini banyak ngasih tips and trick buat seluruh test download semuanyaa kalo bisaa wkwk

3. Website IELTS Simon dan IELTS Liz : biasanya di web ini banyak ngasih materi soal ielts yang sering diperbaharui juga, common topic buat speaking ada disitu jugaa dan soal2 buat latihan writing sama jawaban2 versi orang lain juga bisa diliat disana

4. IELTS Made Easy Task 1 and 2 : ini buku sangaaat membantu buat writing karena ada penjelasan gimana teknik menulis jawaban, penggunaan sentence dan berbagai jenis soal yang ada di writing task. 


5. IELTS Tips and Trick by Ibham Veza : bukunya ini dalam bahasa indonesia disini kalian bisa dapat tips and trick ngerjain seluruh test terus ada perbendaharaan sentence buat speaking sama ada common topic beserta jawabannya buat writing task 2


6. Azar Fundamental of English Grammar : ini buku buat yang bener2 butuh rehabilitasi buat grammar tapi kalo udah mayan ngerti gak dibaca juga gapapa wkwkw


7. Common Mistakes at IELTS : ini buku sebenarnya gapernah saya baca tapi kata orang2 mayan bagus buat mengenai kesalahan2 yang sering terjadi saat test IELTS 


8. Answer Sheet of Reading, Listening and Writing : ini cocok buat latihan biar terbiasa jawab di lembar jawaban IELTS dan buat writing sangat berguna buat memperkirakan jumlah kata yang udah kita tulis


9. Vocabulary Booster : buat catatan vocab2 baru yang didapat pas kalian ngerjain soal reading terus buka instagram @_vocabulary_level disana akan ada banyak vocab2 baru dan ada levelnya juga dalan CEFR tulis dibuku yang sama dengan vocab yang kalian dapat pas reading terus dihapalin pagi-pagi

10. Doa dan Kepercayaan : dua ini hal paling essensial yang terlupakan, apalah arti usaha tanpa diiringi doa yekan, dan apalah arti usaha tanpa ada kepercayaan bahwa kita bisa!

File nomor 3-8 bisa di download di IELTS MATERIAL

Mungkin segini dulu  kali yaaa, kalo masih ada yang kurang jelas please do not hesitate to contact me via Line doddydarmawan or email me at doddydarmawanmuhammad@gmail.com dan bagi yang sedang di Malang bisa minta file nya langsung juga di laptop saya karena ukuran file buku cambridgenya gede.

Semoga dari tulisan saya yang tidak terstruktur ini dapat bermanfaat bagi kalian yaaaa dan doain saya jugaa semoga ada salah satu dari beasiswa yang saya apply ada yang berjodoh dengan saya yaa hehehehe





Jak Zdobyć, Utrzymywać, Rozwijać Bogactwo z Książki Najbogatszy Człowiek w Babilonie

Ta książka została napisana w 1926 roku, choć już dawno została napisana, ale nadal jest interesująca do przeczytania. Treść tej książki ...